Gara-gara Chatting, Siswi SMAN 1 Pandaan Sukses Juara Pidato Bahasa Jepang


SUARA PASURUAN – Berbekal pengalaman Chatting dengan warga Jepang, Crisma Chilka Permata, siswi SMAN 1 Pandaan sukses menjadi juara dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang se-Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur dan The Japan Foundation  Jakarta, 14 Januari 2014 lalu.

smunda

Gadis yang kini duduk di bangku kelas XII Bahasa itu akan mewakili Propinsi Jawa Timur, dalam Pekan Budaya Jepang Tingkat Nasional, yang digagas oleh Dirjen Pembinaan Pendidikan Menengah pada Kementerian Pendidikan Nasional dan The Japan Foundation, di Aula RRI Jakarta, 8 pebruari mendatang.

Saat ditemui di sekolahnya, Crisma menceritakan cerita di balik judul pidato bahasa jepang yang dinamai “Atatakai Kokoro Wa Aisatsu Kara” atau  dalam bahasa indonesia berarti “Kehangatan Hati Diawali Dari Salam”.

Tepatnya sekitar oktober tahun 2013 lalu, Crisma yang sering bermain game Ameba Pig, sebuah game yang terkenal di jepang , berniat berkenalan dengan salah seorang remaja perempuan yang bernama Okio. Ternyata usahanya belum membuahkan hasil, karena tak ada respon sama sekali dari remaja jepang itu.

“Saya terus mengucapkan selamat malam berkali kali, akan tetapi tidak digubris, sehingga sempat membuat saya putus asa dan menyudahi chatting saya dengan dia,” ungkap Crisma kepada Suara Pasuruan, Jum’at (17/01).

Beruntung, Crisma langsung meminta bantuan Guru Bahasa Jepang di sekolahnya, Imad Faiz, untuk berkonsultasi seputar permasalahan yang menimpanya. Gayung pun bersambut, Sang Guru meminta Crisma untuk tidak menyerah berkenalan, dengan cara mengucapkan salam hingga memperkenalkan diri.

“Orang jepang sangat menghargai apa itu sebuah salam, karena bagi mereka, kehangatan hati selalu diawali dengan salam. Maka dari itu, saya terus mendorong Crisma untuk mengucapkan salam sekalian menyebutkan nama lengkap dan asal negara,” kata Imad.

Setelah beberapa kali mengulangnya, Gadis Jepang itupun membalas chatting Crisma, hingga akhirnya bersahabat hingga sekarang. Kata Imad, pengalaman Crisma itulah yang akhirnya memunculkan ide untuk dijadikan bahan dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang dalam tahun ini.

“Saya sendiri pernah ke Jepang selama beberapa bulan, dan menjadikan pengetahuan bagi saya tentang budaya dan adat istiadat yang ada di jepang, termasuk salah satunya tentang kebesaran sebuah salam,” imbuhnya.

Sementara itu, Achmad Zainal Pribadi, Kepala SMAN 1 Bangil Pandaan mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya itu. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan reward tersendiri, terutama iming-iming andaikata berhasil menjadi juara di tingkat nasional.

“Saya optimis anak didik saya akan menjadi pemenang, karena dia termotivasi untuk bertemu dengan teman chattingnya. Selain itu, kami juga pasti akan memberikan penghargaan khusus untuk seluruh anak saya yang berprestasi, baik di tingkat kabupaten hingga jenjang yang lebih tinggi,” ujar  Zainal saat ditemui di sekolahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: