Puskesmas Pandaan Perlu Tingkatkan Kinerjanya


Puskesmas Pandaan

Puskesmas Pandaan

Kesehatan bagi orang miskin terasa mahal karena pelayanan yang dirasa kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Itu dialami beberapa narasumber yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Pandaan Pasuruan.

Menurut narasumber, ketika istrinya dirawat inap di Puskesmas Pandaan, saat akan mengganti cairan infus yang sudah habis saja dibentak-bentak sama suster jaga dan waktu cairan infus tidak jalan, ibu dari si pasien meminta tolong apoteker, yakni Pak Abubakar.

Namun tetap saja tidak bisa untuk melancarkan cairan infus dan terpaksa memanggil suster senior yang hampir mendekati masa pension, yang  marah-marah tadi untuk melancarkan cairan infuse, walaupun dengan keadaan takut dan dibentak-bentak.

Sementara nara sumber lain mengatakan, ada seorang bapak tua ingin memeriksa keadaannya, malah seorang suster mengatakan “gak usah dipriksakno ngalah ngalih mas opo sing di kepingini dituruti ae jange ben gak getun”(gak perlu di periksakan kemana-mana mas apa yang diinginkan diberikan saja biar tidak menyesal). Dengan perasaan sedih, pak tua dan putranya pulang meninggalkan Puskesmas Pandaan.

Saat wartawan Jaya Pos mengkonfirmasi kepada pak tua yang disebutkan nara sumber yang takut dikorankan namanya itu, ternyata bapak tua itu sudah meninggal dunia, Hanya dapat menemui putranya. “Wong kere mas ape nggolek keadilan nangndi mas mas terimo nasib ae opo jare tuhan, (orang miskin mas mau mencari keadilan kemana terima nasib saja terserah apa kata tuhan),” ucapnya.

Dr Meita Devi, Kepala Puskesmas mengaku kalau di Puskesmas Pandaan ini kekurangan tenaga dokter dan perawat. Kalau jam malam memang kadang, walau perawat mungkin sedang mengantuk, jadi harap dimaklumi, dan pihak puskesmas minta maaf dengan apa yang telah terjadi.

Menurut Dr Meita Devi, sebenarnya ia terpaksa menjadi kepala puskesmas. “Kalau boleh memilih, lebih memilih jadi dokter saja karena tunjanganya lebih besar dari pada menjadi kepala puskesmas,” ujarnya.

Sementara Drs Irfan Toyibi, pengamat kesehatan dan juga aktifis Lembaga Penegak Demokrasi mengatakan, kalau kepala puskesmas saja sudah merasa tidak iklas menjalankan tugasnya, maka pelayananya juga sulit untuk dibilang memuaskan sesuai standar, karena didasari rasa tidak iklas tadi. “Harus ada teguran dari Dinas Kesehatan setempat agar mereka segera memperbaiki kenerjanya,” katanya

 

-harianjayaposcom-

Satu Tanggapan

  1. Mungkin harus ada reward dan punishment…,baru bisa baik kinerjanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: