Waspadai Modus Penjambretan Oknum Tukang Ojek


Tindak kejahatan di sekitar kita beragam modusnya, sehingga kita harus senantiasa untuk waspada agar terhindar dari hal tersebut. Mulai dari pencurian, penipuan, penjambretan, dan lain sebagainya. Yang menjadi target juga tidak pandang bulu, mulai dari orang dewasa, remaja, anak-anak, bahkan sampai kakek-kakek/nenek-nenek tidak luput dari bahaya intaian tindak kejahatan.

Salah satu modus yang digunakan oleh pelaku kejahatan dari informasi yang saya dapat adalah dengan mengaku sebagai tukang ojek, dan yang menjadi sasaran target penjambretan adalah orang berusia manula. Beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan informasi tindak kejahatan menggunakan modus tersebut, namun belum saya posting karena baru ada satu kejadian. Namun kemarin, saya mendapatkan informasi kejadian yang hampir serupa, sehingga saya merasa perlu untuk menginformasikan kepada semua, untuk disampaikan kepada masyarakat luas agar menghindari kejadian yang sama kepada yang lain. Ada dua kejadian yang kami dapatkan infonya yang terjadi di daerah saya, dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi di daerah lain,

Dari informasi yang saya dapat, kejadian yang menimpa korban pertama kronologisnya adalah sebagai berikut:

* Yang menjadi korban adalah seorang nenek-nenek yang sehari-hari berjualan pisang di pasar pandaan
* Ketika selesai berjualan dan akan bermaksud pulang, si korban ditawari naik ojek oleh seseorang yang tidak dikenal di daerah pasar pandaan
* Namun orang yang mengaku tukang ojek tersebut tidak mengantar korban ke tujuan, tapi motor malah diarahkan sampai ke daerah TPA Bangil
* Disana, oknum tukang ojek tersebut berhenti, kemudian merampas semua uang dan dompet korban
* Setelah itu korban ditinggalkan begitu saja
* Karena tidak ada uang lagi, nenek yang menjadi korban terpaksa berjalan kaki menuju rumahnya di Pandaan

Pada kejadian yang kedua kronologisnya juga hampir serupa:

* Yang menjadi korban adalah seorang nenek-nenek yang rumahnya di sekitar pasar pandaan dan sering pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari
* Ketika akan berbelanja beras, ada seseorang yang mengaku tukang ojek, dan mengatakan di Masjid Plumbon ada pembagian beras gratis kepada warga yang tidak mampu
* Si korban sudah menolak dengan mengatakan tidak ada uang untuk naik ojek menuju lokasi pembagian beras gratis, namun orang yang mengaku tukang ojek tersebut memaksa korban naik dengan menariknya
* Karena korban adalah nenek yang sudah tua, dia tidak bisa menolak
* Sampai di daerah Plumbon, uang korban diambil oleh penjahat tersebut
* Setelah itu korban ditinggalkan

Melihat kedua hal tersebut, sepertinya OJEK menjadi satu modus yang dimanfaatkan oleh penjahat untuk melaksanakan aksinya, dengan target orang tua sebagai korbannya. Hal ini memang karena sulit membedakan antara orang yang benar-benar tukang ojek dengan orang biasa yang bukan tukang ojek, karena memang plat nomor ojek juga warnanya hitam, dan tidak ada tanda pengenal khusus tukang ojek di daerah saya (misalnya jaket khusus ojek).

Jadi, kita harus waspada dan mengantisipasi hal tersebut, terutama yang memiliki keluarga yang berusia paruh baya dan masih sering pergi sendirian ke pasar.

Mari menyebarkan informasi ini ke masyarakat luas agar meminimalisir kejadian yang sama agar tidak terulang lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: