Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2011


Yogyakarta, 2 Mei 1889 adalah tanggal bersejarah dimana Bapak Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan yang mencikal bakali perkembangan pendidikan di negeri ini dilahirkan. Seperti kita ketahui Pendidikan telah menjadi sesuatu yang mendasari bagaimana nanti bangsa kita berkembang, sebagai media yang mencetak putra-putri penerus pembangungan bangsa, telah cukup lama pemerintah mencanangkan program wajib belajar 9 tahun dan ditambah lagi 3 tahun sebagai upaya program yang dirancang dalam rangka perwujudan cita-cita yang tertuang di dalam pembukaan undang-undang dasar sebagai upaya mencerdaskan bangsa.

Namun tak dapat disangkal pula program yang telah berusia puluhan tahun ini masih juga menghadapi berbagai macam kendala. Masih banyak kekurang-merataan pendidikan yang layak semisal fasilitas pada sekolah-sekolah yang jauh dari pusat-pusat pemerintahan, belum lagi biaya pendidikan yang semakin hari semakin membumbung tinggi membuat rakyat semakin berpikir ulang antara meneruskan sekolah putra-putrinya di saat kondisi perekonomian juga semakin menghimpit kehidupan pas-pasan mereka, belum lagi sistem pendidikan konvensional yang masih berkiblat kepada hanya nilai sematalah yang mampu menjadi tolak ukur keberhasilan seorang kaum terdidik , sementara sistem ini lebih banyak mencetak lulusan-lulusan yang akhirnya hanya mementingkan nilai bukan kepada keberhasilan pemahaman akan nilai-nilai pendidikan untuk diamalkan dalam kehidupan.

Lalu sampai manakah pendidikan kita berhasil membangun negeri ini ?

Bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi SDM yang mumpuni sudah tidak diragukan lagi, sudah cukup banyak prestasi SDM Indonesia telah menembus dunia Internasional tetapi apakah SDM-SDM tersebut sudah tepat guna ? hal tersebut masih menjadi PR panjang yang selalu menghantui negeri ini. Banyak beberapa tokoh negeri ini yang telah menjadi salah guna sebagai kesalahan negeri ini mengadopsi SDM kita tidak tepat pada tempatnya sebut saja BJ Habibie , Sri Mulyani, dan masih banyak lagi SDM Indonesia yang seharusnya mampu didayaupayakan untuk berkontribusi besar bagi negeri ini malah tidak mendapat ruang apresiasi dan tempat yang cukup layak untuk membangun negeri kita tercinta ini.

Semoga ke depan hari pendidikan Nasional bukan menjadi simbol semata sebagai hari Pendidikan namun lebih kepada kesadaran betapa pentingnya pemahaman pendidikan secara seutuhnya, bahwa pendidikan bukan hanya sebatas pensil dan kertas atau ijazah tetapi lebih kepada bagaimana kita mengamalkan pengetahuan untuk kemaslahatan bersama, untuk negeri kita untuk bumi kita dan untuk kehidupan yang lebih baik.

ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. (“di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung”)

Selamat hari Pendidikan Nasional!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: