Tentang Sebuah Relief di Pandaan


Jika anda melintasi daerah pertigaan Lingkungan Turus Pandaan, anda akan melihat sebuah relief yang terdapat di pertigaan tersebut. Ya, sebuah relief yang menggambarkan Pandaan di waktu yang lalu. Bukan masa pra sejarah sih, namun Pandaan di era seperempat abad yang lalu.

.

Sebagai informasi, relief tersebut adalah karya seorang warga Turus yang bernama Bapak Adenan, yang merupakan hasil swadaya masyarakat Turus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Tahun 1976 yang lalu. Jadi relief tersebut sudah berusia lebih dari 34 tahun.

.

Seperti yang digambarkan, Pandaan di waktu itu ada dokar sebagai sarana transportasi, kemudian ada penjual air keliling orang yang melayani berjualan air dengan mengangkut air tersebut, ada orang berjualan bahan makanan keliling (wlijo), penjual jamu gendong, ditambah relief Pendopo yang menggambarkan Pendopo Kelurahan Pandaan ( Turus adalah Lingkungan yang berada di wilayah Kelurahan Pandaan). Masih adakah yang digambarkan di relief tersebut saat ini? Mari kita bahas satu per satu….

.

DOKAR

Sampai saat ini dokar masih eksis di Pandaan, anda dapat dengan mudah menjumpainya di daerah-daerah Pandaan, terutama di pasar, dimana dokar menjadi salah satu sarana transportasi pilihan masyarakat Pandaan, karena dokar relatif lebih murah, dan dapat mengangkut banyak barang.

.

PENJUAL AIR KELILING

Kami saat ini kesulitan menemukan  orang yang berjualan air keliling, mungkinkah sudah tidak ada lagi orang yang berprofesi sebagai penjual air keliling di Pandaan? Entahlah…. Sampai tahun 90’an, kita masih menjumpai penjual air keliling, yang mengirimkan air dari sumur di rumahnya, ke warung, atau tempat-tempat yang membutuhkan air, pekerjaan yang membuat kita trenyuh jika kita melihatnya setiap ( sebagai informasi, dulu kakek dari salah satu kontributor kami juga berprofesi sebagai penjual air keliling).

.

WLIJO

Wlijo saat ini masih ada, bahkansekarang cenderung banyak orang yang “mlijo”,  teurutama ke daerah perumahan-perumahan, yang biasa mereka datangi, mereka menjemput bola menuju ibu-ibu rumah tangga di perumahan untuk menjajakan dagangan mereka. Namun tidak hanya di perumahan, di kampung-kampung juga kita masih bisa menjumpainya.

.

PENJUAL JAMU GENDONG

Dulu kita banyak melihat menjual jamu gendong ada di Pandaan, sepertinya sekarang sudah tidak ada lagi. Memang masih ada sih orang yang berjualan jamu, namun tidak digendong lagi, melainkan dengan didorong menggunakan gerobak, yang sepertinya lebih efektif dan dapat memuat lebih banyak jamu yang dijual.

.

PENDOPO KELURAHAN PANDAAN

Pendopo tersebut masih berdiri tegak sampai saat ini. Anda dapat menjumpainya di area kantor Kelurahan Pandaan yang berada di Perempatan Plumbon yang berada di Lingkungan Plumbon Kelurahan Pandaan.

.

Kembali ke Relief

Begitulah cerita tentang relief di turus Pandaan yang dapat kami sampaikan, sebuah relief yang sayangnya kurang dijaga kebersihannya, terkesan kotor dan banyak rumput di sekeliling relief. Meski demikian, setidaknya warga Turus setiap kali perayaan 17 Agustus selalu membersihkan relief ini dan mengecatnya ulang, sehingga sampai saat ini cat relief tersebut tetap bagus. Semoga ke depan kebersihannya dapat lebih dijaga, amin…

2 Tanggapan

  1. oww begitu,saya tidak tahu banyak, kalo penjual air keliling memang sudah jarang, sekarang pasokan air lumayan melimpah beda dengan dahulu sewaktu saya masih kecil

  2. Sepertinya bukan cuma jarang, tapi sudh tidak ada penjual air keliling

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: